Seputar Pamekasan

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH KABUPATEN PAMEKASAN ASPEK GEOGRAFIS DAN DEMOGRAFI


Kondisi geografis merupakan informasi tentang luas wilayah dan letak geografis wilayah, topografi, hidrologi, klimatologi, luas dan sebaran kawasan budidaya, kawasan lindung dan kawasan rawan bencana. Sementara Kondisi demografis merupakan informasi mengenai kondisi penduduk di Kabupaten Pamekasan. Berbagai informasi ini perlu mendapatkan perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.

Karakteristik Lokasi dan Wilayah

  1. Luas dan Batas Wilayah Administrasi Kabupaten Pamekasan memiliki luas wilayah 79.230 Ha dan secara administrasi sebelah Utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Madura, sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sampang, dan di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Sumenep.
  2. Letak dan Kondisi Geografis
    Pamekasan merupakan salah satu kabupaten di Kawasan Madura. Secara astronomis Kabupaten Pamekasan berada pada 113o19’-113o58’ BT dan 6o51’-7o31’ LS.
  3. Topografi
    Luas lahan di Kabupaten Pamekasan memiliki tingkat kemiringan dan ketinggian yang berbeda di setiap kecamatan yang tentu saja ini memberikan potensi yang berbeda mengenai tata guna lahan. Kecamatan Tlanakan misalnya memiliki kemiringan lahan 0o-15o yang meliputi seluruh luas lahannya yaitu 4.810 Ha. Kondisi kemiringan lahan yang sama juga berada di Kecamatan Pademawu dan Galis. Sementara itu, beberapa kecamatan lainnya ada yang memiliki tingkat kemiringan lahan hingga 40o50o misalnya Kecamatan Pegantenan, Kadur, Pakong, Waru dan Batumarmar. Wilayah dengan tingkat kemiringan lahan yang tinggi ini ratarata merupakan perbukitan yang merupakan dataran tinggi yang memiliki potensi sebagai area pertanian dan perkebunan.
  4. Geologi
    Struktur tanah di Kabupaten Pamekasan terdiri dari empat jenis yaitu tanah aluvial, regosol, mediteran, dan litosol. Dengan memiliki jenis lapisan tanah yang berbeda-beda ini menjadikan Kabupaten Pamekasan memiliki potensi yang beragam. Jenis lapisan tanah aluvial ini banyak terdapat di Kecamatan Pademawu, Pamekasan dan sebagian kecil di Tlanakan. Tanah aluvial ini cocok dimanfaatkan untuk area persawahan. Sedangkan untuk jenis lapisan tanah lainnya bisa terdapat hampir di seluruh wilayah di Kabupaten Pamekasan. Secara umum, sebagian besar tanah di Kabupaten Pamekasan ini terdiri dari tanah jenis regosol dengan luas 26.214 Ha. Jenis tanah regosol ini cukup subur dan cocok dimanfaatkan untuk pertanian padi, palawija, kelapa dan tebu. Tanah litosol juga tersebar hampir di seluruh wilayah yaitu sebanyak 19.084 Ha. Tanah litosol ini cukup subur dan cocok dimanfaatkan untuk jenis tanaman hutan.
  5. Hidrologi
    Kabupaten Pamekasan memiliki 12 sungai besar yang memiliki panjang antara 1 km hingga 16 km. Sungai terpendek adalah Sungai Lembung Bunter yang terletak di Kecamatan Pamekasan. Sungai ini memiliki panjang hanya 1 km dan bermuara di Sungai Semajid. Sementara itu, sungai terpanjang adalah Sungai Sumber Payung juga terletak di Kecamatan Pamekasan dengan panjang 10 km dan bermuara di Sungai Semajid. Sungai-sungai lainnya tersebar di beberapa wilayah seperti Sungai Tambak Ponteh, Egrang, dan Pendi yang terletak di Kacamatan Galis dan bermuara di Selat Madura, serta beberapa sungai yang bermuara di Laut Jawa seperti Sungai Berlanjang, Lesong, Tamberu dan Sungai Angsokah. Keberadaan sungai-sungai ini sangat penting bagi kehidupan masyarakat sekitar karena fungsi bagi masyarakat di sekitarnya seperti fungsi pengairan lahan pertanian dan fungsi ekonomis lainnya.
  6. Klimatologi
    Data indikator iklim meliputi curah hujan dan hari hujan. Curah hujan merupakan besarnya volume/intensitas air hujan dalam kurun waktu tertentu yang diukur dengan alat penakar hujan dengan satuan mm. Sedangkan hari hujan adalah satu hari dimana terjadi hujan dalam satu tahun. Data curah hujan ini ditampilkan dalam bentuk intensitas curah hujan di setiap stasiun penakar hujan per bulan selama dalam kurun waktu satu tahun pengamatan.
  7. Penggunaan Lahan
    Berdasarkan data yang tercatat pada tahun 2012, penggunaan lahan di Kabupaten Pamekasan sebagian besar merupakan tegalan yaitu seluas 32.966,34 Ha. Penggunaan lahan sebagai tegalan ini terkait dengan kondisi topografi Kabupaten Pamekasan yang merupakan daerah perbukitan dan sebagian lagi merupakan tanah tandus seluas 15.920,43 Ha. Kondisi tanah yang tandus ini biasanya menjadi kendala bagi penduduk yang tinggal dalam mengembangkan perekonomian karena tanah semacam ini kurang produktif bagi pertanian yang merupakan mata pencaharian penduduk pedesaan. Penggunaan lahan yang lainnya adalah sebagai daerah pemukiman seluas 11.531,70 Ha, sementara untuk jasa perdagangan hanya 26,30 Ha saja dan industri pertanian seluas 92,40 Ha. Adapun penggunaan lahan sebagai area pertambangan hanya 9 Ha saja dan hanya terdapat di Kecamatan Kadur. Penggunaan tanah lainnya yaitu untuk area pertanian meliputi sawah irigasi seluas 1.386 Ha yang hanya tedapat di Kecamatan Tlanakan, Galis dan pakong. Sawah semi irigasi seluas 5.213,03 yang ada di semua kecamatan dan sawah tadah hujan seluas 8.569 Ha yang juga tersebar di seluruh kecamatan.